Sabtu, 18 Desember 2010

VENUSKU

“Kalau boleh aku ingin hidup di Saptunus. Disana aku akan bermain-main dengan cincin yang mengintari tubuh Saptunus.” ucap Venus, gadis yang kini berbaring tak berdaya termakan oleh penyakit.
“Kamu pasti bisa.Kamu gadis kuat.” ucapku lirih.
“Aku lelah tinggal di bumi yang tak indah lagi. Aku merasa tak aman. Dimana-mana hanya ada penjahat, Venus takut.”
Venus, gadis berusia 21 tahun itu harus berjuang mati-matian untuk tetap bertahan hidup melawan penyakit kanker hatinya. Wajahnya sudah tak secantik dulu, kini yang ada bak dedaunan yang layu tak terkena siraman air.
“Kalau ada laki-laki yang mencintaiku, itu hanya omong kosong. Aku hanya akan mampu mencintai laki-laki yang mau menjaga planet kesayangannya.”
Aku selalu bingung harus berkata apa pada Venus, sebenarnya aku ingin jujur kalau aku mencintainya. Namun Venus itu bukanlah wanita biasa, pikirannya selalu menerawang menembus imajinasi. Ini bukan kali pertamanya dia berimajinasi bermain-main holahop dengan cincin raksasa yang mengintari Planet Saptunus.
“Venus, aku akan membuktikan kalau aku sanggup menjaga satu planet.”
“Kamu tak akan bisa.” jawabnya sambil senyum.
“Aku janji. Aku akan menjaga planet yang ku cintai yaitu Venus. Iya, planet yang ku cintai yaitu kamu.” Venus hanya diam menatap mataku.
“Venus, bagiku kamu yang indah. Tak perlu kamu ke Saptunus, aku akan ambilkan cincin Saptunus untukmu.”
Ku tawarkan cincin yang sudah lama ku siapkan untuknya. Genangan anak sungai siap membanjir dikelopak matanya. Bibirnya juga bibirku serasa bergetar. Aku tersenyum sambil menyematkan cincin ke jari manisnya. Aku tak tahu sampai kapan Venus, planet kesayangan ku akan mampu bertahan melawan penyakitnya?
“Aku, Rendy akan menjagamu sampai kapan pun Venusku. Ku rasakan tubuhnya makin lemah dengan sekuat tenaga dia mengangguk dan tersenyum manis untukku. Sejak itu pula Venus bagian dari hidupku, aku Mr.Saptunus.
“Tapi, Cuma 2 hari saja cinta indah ini bertahan, Venus….kamu terlalu cepat pergi, mungkin kamu sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang kamu rasakan selama ini.
“Selamat Jalan Venusku” Tenanglah Venus disana, Mr. saptunus selalu merindukan Venus tuk selamannya.

Yogyakarta 19 Desember 2010/ 11.33
Rendy Andromeda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar